Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2019

Jika Engkau Ingin Bertanya Tentang Hujan

Jika engkau ingin bertanya
Tentang bagaimana mengukur derasnya air hujan
Maka tanyakan pada hatimu
Seberapa dalam luka kau gores di dadaku
Maka sedalam itulah hujan tumpah dari langit
Ke ladang-ladang yang tak pernah sungguh
Engkau tanami dengan kesetiaan pun kejujuran
Jika engkau ingin bertanya
Tentang seberapa asin laut yang jauh menghampar
Maka tanyakan pada hatimu
Seberapa banyak air mata telah kau buat tumpah
Maka seasin itulah laut mengepung kedua mataku
Membanjir di lekuk pipi yang tak lekang merawat setia
Meski engkau selalu saja bersilat asmara
Dan jika engkau masih ingin bertanya
Mengapa hujan masih saja deras mengguyur
Walau sekarang sudah masuk bulan November
Maka aku ingin bilang padamu padanta,
Barangkali musim juga akhirnya mengerti
Bahwa luka yang engkau gores di waktu lalu
Belum sembuh. Benar-benar belum sembuh

Minggu, 04 Desember 2016

Tiada

Aku takut,
Tuhan mengabulkan doaku dulu tentangmu...

Karena kini, kita bukanlah lagi satu genggaman
hanya bahagian dari orang asing yang berlalu-lalang,
seketika hilang dalam penglihatan.
Menjadi asing dalam semalam, pasca pertengkaran.
tiada lagi kini sapaan akrab,
karena kita sudah selesai dalam kata tamat.

aku ragu,
Doa macam apa yang 'kan ku panjatkan,
agar Tuhan membatalkan doaku yang dulu, pernah kumunajatkan padanya,
Masa depan bahagia yang kuimpikan,
tentangmu,
tentang kita...
yang kini sudah tiada.

Kamis, 27 Oktober 2016

Rindu adalah Hujan

Sepakatkah kamu
Bahwa...
Rindu adalah hujan
Datang menyerang, tanpa perlu persetujuan
Dentingan di atapnya menyanyikan nada sunyi
Dingin yang mendatangkan hawa sepi
Tiba-tiba menyusupi hati

Aroma tanah basah pembawa nuansa
Kenangan memantul di permukaannya
Tentang keberadaanmu, kisah lama

Rindu adalah hujan
Merintik, melebat, membuat genangan...

Dan kau hujan, datang sendiri di malam kelam
Dalam diam
Akulah genangan air
Menantikan rintikmu..
Bergenggaman dalam tempias hujan

Kamis, 15 September 2016

Pagi

Malam dengan kotak-kotaknya telah memberikan pelajaran
bahwa yang tidak ingin terus ada, akan kemudian pergi.
dan pagi menampilkan segala riuh
tentang jejak langkah yang kian menjauh

Pagi dihiasi embun
dengan kristalan-kristalan
sebutir air menduduki selembar daun
berkilauan diterpa surya yang perlahan menyapa
membangkitkan dari malam yang getir
bahwa surya masih bersedia
memberi kehangatan untuk lanjutan kehidupan

Kamis, 04 Agustus 2016

Tujuan

pagi ini, aku berjalan santai menuju kampus
menikmati setiap tapak kaki melangkah
menikmati uap embun dan udara sejuk sisa hujan semalam
kecipak kecil yang diciptakan dari telapak sepatuku memberi irama
ada burung-burung kecil yang bermain di depan
berkejaran, kemudian terbang
ada beberapa mahasiswa yang asyik bercengkerama
bercerita apa saja
dan, kakiku terhenti seketika
ada sesuatu yang menarik perhatiaku
sebutir air yang menduduki selembar daun
berkilauan diterpa surya yang perlahan menyapa
seakan bersuara, "lihatlah padaku barang sejenak"
senyum tersungging begitu saja melihatnya
kemudian teringat, aku harus berjalan lagi
menuju tujuan yang belum terjalang
menjemput mimpi yang harus segera dibenahi
ya... aku harus segera revisi

Selasa, 19 Juli 2016

Hujan

Rintik perlahan berjatuhan

Di saat asap merelakan kelabunya terhapus oleh rintik hujan
Wangi udara mulai meracuni bersama debu pembuangan

Jalanan membasah pertanda dinginnya keadaan

Hujan tak terelakkan
Wiper ikut menyapu debar-debar dua orang di hadapan

Suara riuh di sekitar kederasan kian reda oleh genggaman tangan

Pelukan hangat dari hati dingin dua orang dengan kasih berkepastian semu
Namun tak sering meragu

Langit memecahkan kesunyian

Tidak ada asap debu yang akan terhapus hujan
Karena hujan terus ada dan akan melekat di jalan

Setiap usapan, genggaman, dan dekapan telah bertahun menggenang

Ujung jari mengusap kaca berembun demi terbentuk nama yang dirindukan

yang hanya tersisa sekarang...
Melalui hujan, langit memberikan kesempatan untuk mengenang